Program OK Otrip Perlu Dievaluasi

SEJUMLAH pihak menilai PT Transjakarta tidak siap menerapkan program One Karcis One Trip (OK Otrip). Sebab, perusahaan pelat merah itu tidak memperhatikan kepentingan operator-operator yang bergabung dalam program tersebut. “Kalau mau serius harusnya diberlakukan di semua rute, tidak hanya di 5 rute saja,” ujar pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan, Minggu (13/5).

Tigor menduga, PT Transjakarta hanya mencari keuntungan sendiri. Karena, biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk program tersebut tidak sedikit. PT Transjakarta, menurut Tigor tidak memberikan pelayanan yang optimal. “Kalau mau integrasi ya semua dibeli service. Misalnya dalam 1 hari hanya Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu warga Jakarta bisa naik angkutan umum kemana saja,” katanya. Kondisi yang semrawut dari tata kelola OK Otrip, menurutnya bentuk ketidakmampuan pimpinan PT Transjakarta. Pemprov DKI harus memperhatikan lagi kinerja pimpinan PT Transjakarta. ”

Ini kinerja Dirut PT Transjakarta tidak becus. Jangan cuma main-main, OK Otrip cuma 5 rute,” tegas Tigor. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, program inovasi rute hingga pemberlakukan OK Otrip sudah signifikan diterapkan di Transjakarta. Kendati demikian, Sandiaga mengaku belum puas dengan capaian program OK Otrip.

Menurut Sandiaga, pihaknya akan terus membenahi trayek OK Otrip. Sehingga, pihaknya telah melakukan perpanjangan kontrak hingga bulan Juli mendatang. Saat ini program OK Otrip baru diterapkan di lima rute.

“Sekarang sudah mendekati 100. Ini akan terus kita tingkatkan,” ujar Sandiaga pada INDOPOS.

Ia menuturkan, akan melakukan penataan kembali tata kelola Trannsjakarta. Hal ini didukung oleh para operator. Dengan tidak mengunci pada Rupiah per Kilometer (KM), tetapi terus bermigrasi. Sandiaga menyebutkan, saat ini jumlah bus Transjakarta sebanyak 600 ribu unit. Untuk memberikan layanan yang lebih baik, menurut Sandiaga Pemprov DIG akan terus menambah jumlah bus Transjakarta. “Target kami jumlah bus Transjakarta hingga di i juta unit,” katanya.

Lebih jauh Sandiaga menerangkan, target pengurangan kemacetan melalui program bus Transjakarta akan terus ditingkatkan. Setiap tahun target pengurangan kemacetan di Jakarta beikurang hingga zo persen. Sementara itu Direktur Utama Bus Transjakarta Budi Kaliwono mengaku, jumlah pelanggan bus Transjakarta selama dua tahun terakhir terus naik. ” Penambahan pelanggan di tahun 2015 di bawah 30o ribu, di tahun 2018 penam,- bahan pelanggan bertambah 600 ribu orang,” katanya.

Ia menambahkan, untuk menjaga dan terus menungkatkan kualitas layanan, PT Transjakarta hanya memilih bus yang memiliki perwakilan di Jakarta. Mereka (operator,Red), menurut Budi diwajibkan berkontrak agar lebih mudah dalam perawatan. ” Saat ini kami baru melayani 130-an rute di Jakarta,” ucapnya. (nas)

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s