RI dan Korsel Bahas Perkembangan KTT Antar-Korea

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Lim Sung-nam, Rabu (2/5). Keduanya membahas tentang perkembangan KTT Antar-Korea yang telah digelar pekan lalu.

Dalam pertemuannya dengan Menlu Retno, Lim menyampaikan kembali terima kasihnya kepada Indonesia karena telah mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea. “Dalam pertemuan tadi, beliau menyampaikan kembali posisi Korsel, menyampaikan rasa terima kasih banyak atas dukungan Indonesia selama ini terhadap proses perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Menlu Retno seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Lim.

“Beliau (Lim, red) menyampaikan cukup optimistis karena ada personal trust di antara kedua pemimpin (Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un—Red). Beliau juga melihat adanya ketulusan dari keduanya untuk melanjutkan proses berikutnya,” ucap Retno.

Pada kesempatan tersebut, Lim juga menyampaikan beberapa agenda yang akan dilakukan Korsel dan Korut setelah penyelenggaraan KTT Antar-Korea. Misalnya, pada 15 Agustus mendatang akan digelar pertemuan reuni antara kedua negara. Selain itu, Palang Merah dan masing-masing negara juga akan melakukan pertemuan.

Perwakilan militer dari kedua negara juga akan turut melakukan pertemuan dan rencananya digelar bulan ini. Serangkaian pertemuan tersebut diharapkan dapat menciptakan perdamaian dan stabilitas permanen di Semenanjung Korea.

Pada kesempatan terpisah, Pemerintah Korsel ingin agar keberadaan pasukan Amerika Serikat (AS) di negaranya tidak ditarik mundur. Permintaan itu dinilai tidak berkaitan dengan perundingan damai yang dicapai dengan Korut.

“Keberadaan pasukan Amerika adalah masalah persekutuan Korsel dan AS, tidak ada hubungannya dengan perjanjian damai,” kata Juru Bicara Kepresidenan Korsel Kim Eui-kyeom, Rabu (2/5).

Komentar Kim Eui-kyeom dikeluarkan menyusul pendapat penasihat dan akademis presiden Korsel Moon Chung-in. Dia menilai keberadaan pasukan AS menjadi tidakjelas setelah kesepakatan perjanjian damai kedua Korea.

Pemerintah Korsel berpendapat, keberadaan pasukan AS di Korsel berperan sebagai mediator konflik dengan negara-negara berkekuatan militer besar, eperti Cina dan Jepang. Namun, posisi keberadaan militer asing dinilai menjadi tidak jelas setelah pakta perdamaian ditandatangani.

Negara Paman Sam menempatkan sekitar 28.500 personel di Korsel. Mereka ditempatkan di Korsel sejak Perang Korea pecah pada 1950-1953 silam. Pemerintah Korut sudah sejak lama meminta keberadaan pasukan AS ditarik mundur jika program nuklir mereka ingin dihentikan.

Kim Jong-un juga akan segera melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden AS Donald Trump. Di Washington, Trump mengatakan akan segera mengumumkan lokasi dan tanggal pertemuannya dengan Kim Jong-un.

“Kami sedang mengatur pertemuan sekarang dan saga pildr itu mungkin akan diumurnkan dalam beberapa hari, lokasi dan tanggal (perhelatan KTT AS-Korut),” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (1/5), dilaporkan Taman Yonhap.


Republika 3 Mei 2018 | Page 7 Internasional | Oleh KAMRAN DIKARMA

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s