Hari Buruh dan lsu TKA

Menjelang Hari Buruh (May Day), 1 Mei 2018, masyarakat kembali diingatkan terhadap masih peliknya masalah ketenagakerjaan di Tanah Air. Kali ini, adalah Ombudsman RI yang menunjukkan ketimpangan gaji antara tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia dan pekerja lokal.

Dalam investigasinya, Ombudsman menemukan banyak TKA di Indonesia yang bekerja sebagai pekerja kasar dan dibayar lebih mahal hingga tiga kali lipat dibandingkan tenaga lokal. Tak hanya itu, lembaga negara itu juga menemukan banyaknya TKA yang masuk ke level pekerja kasar (buruh).

Temuan lainnya, mayoritas TKA yang bekerja di Indonesia berasal dari Cina. Padahal, negeri Tirai Bambu itu hanya menempati urutan ketiga sebagai negara dengan investasi terbesar di Indonesia setelah Singapura dan Jepang.

Peningkatan jumlah TKA juga tidak lepas dari kebijakan pembebasan visa kunjungan kepada warga 169 negara melalui perpres sepanjang 2015-2016 dengan alasan mendongkrak pariwisata. Kemudian kembali ramai setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Perpres Nomor 20/2018 ten- tang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Pemerintah mengklaim, regulasi tersebut hanya untuk kepastian hukum soal TKA.

Seakan menjawab temuan Ombudsman, Menaker Hanif Dkahiri bahkan menyebut, Perpres Nomor 20/2018 hanya untuk penyederhaan perizinan bagi tenaga kerja level menengah dan menengah ke atas atau dengan keahlian khusus. Dia pun memastikan, pemerintah tidak memberikan izin bagi TKA untuk level buruh kasar.

Lalu, bagaimana dengan hasil investigasi lapangan yang ditemukan Ombudsman? Tentu saja, hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat, khususnya para buruh. Apalagi, hingga saat ini, para buruh masih mempermasalahkan nasib dan kesejahteraan yang dianggap tidak banyak berubah. Mulai dari mutu upah, kebebasan berserikat, hingga dalam hal pemenuhan hak-hak buruh.

Maka, bisa dipastikan, isu TKA akan menjadi salah satu masalah yang akan mengemuka pada saat peringatan Hari Buruh, besok. Karena itu, pemerintah harus segera memberikan kepastian dan jaminan perlindungan terhadap para pekerja lokal.

Yaitu bahwa pemerintah akan menjamin dan memastikan kalau setiap penduduk Indonesia dapat memiliki pekerjaan dan penghidupan yang layak. Apalagi, hal ini merupakan amanat para founding father sebagaimana termuat dalam UUD 1945.

Memang, Indonesia merupakan pasar yang amat menggiurkan. Selain karena merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang luas dan melimpah. Tak heran jika kemudian banyak perusahaan dan negara yang menjadikan Indonesia sebagai incaran.

Pemerintah tentunya menyadari besarnya potensi tersebut. Kini tinggal bagaimana memikirkan dan memanfaatkan potensi itu agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.

Memang, kita sudah memasuki era keterbukaan yang membuat batas-batas negara menjadi semakin kabur. Namun, kita tetap harus menjaga putra putri Indonesia dapat hidup layak dan berdiri tegak di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Tentunya, hal ini dimulai dengan memastikan bahwa bangsa Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s