Gerindra dan PKS Tak Cemas oleh Manuver Jokowi

Kelompok 212 berencana mengusung calon presiden sendiri.

Pengurus teras Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera menyatakan tidak khawatir massa pendukung mereka dari kelompok muslim Bakal berpindah mendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun depan. Menurut mereka, manuver Jokowi bertemu dengan perwakilan Persaudaraan Alumni 212 tidak akan banyak berpengaruh terhadap sikap politik kelompok muslim.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, mengatakan janji apa pun yang diutarakan Jokowi dalam pertemuan tersebut tidak akan mempengaruhi sikap massa yang terlibat dalam aksi 212. “Partai kami tetap berfokus saja merawat basis pemilih Islam dengan berbagai program nyata,” kata Ferry, kemarin.

Aksi massa 212 berlangsung di tengah panasnya hawa politik pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Unjuk rasa besar-besaran itu menuntut calon inkumben Basuki Tjahaja Purnama diadili dengan tuduhan menistakan agama. Dalam pilkada DKI Jakarta, Partai Gerindra dan PKS-bersama Partai Amanat Nasional — mengusung Anies Baswedan yang bertarung ketat dengan Basuki alias Ahok.

Adapun pertemuan Jokowi dengan sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni 212 berlangsung di Istana Bogor secara tertutup selama sekitar dua setengah jam. Diawali salat zuhur berjemaah, Presiden bertukar pendapat dengan 11 perwakilan PA 212. Pertemuan tersebut diakhiri dengan makan siang bersama. Saat itu, Jokowi ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. Pertemuan itu menjadi ramai diperbincangkan karena akhirnya bocor ke publik.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengklaim kelompok 212 masih mendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019. Sebaliknya, dia menyebut pemerintahan Jokowi kurang dekat dengan kelompok Islam. “Mereka sudah tahu bagaimana kerja pemerintah,” kata Fadli.

Ketua Dewan Pengurus Pusat PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan kelompok 212 tidak boleh mudah terpengaruh oleh manuver kubu Jokowi untuk kepentingan politik sesaat. Menurut dia, kelompok 212 harus mendapat keuntungan yang nyata sebagai hasilnya.”Tuntutan mengenai kriminalisasi ulama harus terpenuhi. Waspada, jangan sampai dimanfaatkan,” kata dia.

Berbeda dengan klaim Fadli Zon, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Yusuf Muhammad Martak, mengatakan kelompok mereka tak akan terseret arus dukung-mendukung salah satu kubu. Kelompok PA 212, tutur dia, berencana mengusung calon presiden sendiri. “Pada Juli mendatang, kami akan berunding secara nasional dan mengambil sikap bersama mengenai pilpres 2019,” kata Yusuf, yang hadir dalam pertemuan dengan Jokowi.


Koran Tempo, 30 April 2018 page 5 ‘Berita Utama’ | Oleh Indri Maulidar

 

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s