Hukuman Cambuk Masih di Lokasi Terbuka

Pelaksanaan hukuman cambuk kepada pelanggar syariat di Provinsi Aceh masih dilaksanakan di tempat terbuka sebagaimana biasa.

Di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dua pelanggar syariat Islam akin dihukum cambuk pada Kamis (26/4). Lokasi hukuman yaitu di halaman Masjid Islamic Centre Lhokseumawe pada pukul 09.00 WIB.

Menurut Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe M Irsyadi mengatakan, pelaksanaan hukuman cambuk tetap dilakukan di tempat terbuka karena belum ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan hukuman cambuk di dalam penjara.

“Terkait masalah ini, sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan kejaksaan dan juga mengonfirmasi pihak lapas setempat di Lhokseumawe. Akan tetapi, dikarenakan belum ada juknis dan juga juklaknya, akhirnya tetap di lokasi biasa,” ujar M Irsyadi, di Lhokseumawe, Rabu (25/4).

Tak hanya di Lhokseumawe, pelaksanaan hukuman cambuk di tempat terbuka juga masih berlaku di Banda Aceh. Pada Jumat (20/4), delapan pelanggar syariat Islam menjalani hukuman cambuk di halaman Masjid Jami Kemukiman Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Eksekusi cambuk tersebut disaksikan ribuan warga, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh, serta sejumlah wisatawan dari Malaysia.

Sebelumnya, meski Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah mengeluarkan Pergub No 5 Tahun 2018 tentang pelaksanaan hukum acara hukum jinayat yang dialihkan ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas), tetapi belum ada petunjuk teknis dan pelaksanaannya.

Aturan pemindahan lokasi eksekusi hukuman itu mendapat penolakan sejumlah pihak karena dinilai bertentangan dengan syariat Islam yang selama ini telah diterapkan Aceh.

Secara terpisah, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan, masalah tersebut telah dipertimbangkan pembuat produk hukum karena peraturan gubernur itu merupakan hasil kerja sama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. “Kami juga se-ring mengeksekusi di Lapas Nusakambangan, itu bisa. Itu gak masalah,” ujar Yasonna di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (23/4).

Dia menegaskan, hukuman cambuk bagi pelanggar sygriat Islam di Aceh holeh dilaksanakan di kawasan lembaga permasyarakatan (lapas). ‘Tidak di dalamnya, hanya di claim facility-nya’. Itu tidak apa-apa,” kata dia.

Dengan demikian, kata dia, pelaksanaan hukuman cambuk di Aceh itu tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Permasyarakatan.

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s