Bawaslu Segera Panggil Gerindra

KPU Jambi belum berencana melaporkan pengedit dan penyebar video.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi akan melanjutkan proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran etik oleh KPU Provinsi Jambi dengan memeriksa pengurus Partai Gerindra. Ketua Bawaslu Jambi Asnawi Rivai mengatakan, pemanggilan pengurus Gerindra Jambi untuk mendapatkan keterangan terkait orasi ‘2019 Ganti Presiden’ yang dilakukan dalam pentas seni budaya yang diselenggarakan KPU Jambi.

Partai Gerindra merupakan penampil dan parodi dengan orasi ‘2019 Ganti Presiden’ yang potongan videonya menjadi viral di media sosial. “Bawaslu ingin mendapatkan informasi mengenai parodi yang dimainkan oleh perwakilan Partai Gerindra. Maka, mungkin mereka (pemain) akan kami mintai keterangan,” tutur Asnawi kepada Republika, Rabu (25/4).

Selain saksi dari pihak partai politik, Bawaslu juga berencana memanggil saksi ahli dari pihak ahli bahasa. Tujuannya, untuk memberikan penilaian atas dugaan provokasi dalam orasi ‘2019 Ganti Presiden’. “Dugaan provokasi merupakan salad satu poin laporan yang kami dalami. Selain itu, dugaan ketidaknetralan dan ketidakprofesionalan KPU juga kami dalami,” tegas Asnawi.

Asnawi menambahkan, penanganan atas viral video ‘2019 Ganti Presiden’ merupakan tindak lanjut atas laporan yang dilakukan PDIP. Laporan tersebut diterima Bawaslu pada Senin (23/4). Saat ini Bawaslu sudah memeriksa KPU Jambi pada Rabu (25/4). Dalam ldarifikasi yang berlangsung lebih dan tiga jam itu, pihaknya menanyakan asal mula orasi ‘2019Ganti Presiden’ yang terekam dalam video yang menjadi viral.

“Kami menanyakan sejumlah hal, seperti apakah kegiatan pergelaran seni yang dilakukan KPU sudah dibahas dalam pleno mereka, siapa penanggung jawabnya, ada atau tidak acuan mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh ditampilkan dalam pentas seni itu,” ujar Asnawi.

Ketua KPU Provinsi Jambi Subhan membantah pihaknya disebut tidak netral dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Subhan mengatakan, tidak ada kampanye Pemilu di luar jadwal yang terjadi di Jambi. “Kami sudah memberikan klarifikasi kepada KPU pusat dan juga Bawaslu Provinsi Jambi. Tidak ada kampanye di luarjadwal. Se-lain itu, saat ini juga belum ada calon presiden (capres) Pemilu 2019,” ujar Subhan.

Dia menegaskan, KPU Jambi tetap netral dalam melaksanakan kegiatan gelar budaya pada Sabtu (21/4) lalu. “KPU punya kode etik. Kami hanya menyediakan panggung saja saat itu,” tegasnya.

Terkait dengan pemanggilan oleh Bawaslu pada Rabu pagi, Subhan mengatakan, sudah memenuhi dan memberikan jawaban. Terkait kemungkinan pemanggilan lanjutan, dia menyatakan, masih menanti keputusan Bawaslu.

Soal potongan video yang menjadi viral dan menyebabkan KPU Jambi dinilai tidak netral, Subhan mengatakan, belum akan menindaklanjutinya. Menurutnya, sampai saat ini belum ada rencana untuk menelusuri atau meneruskan untuk melaporkan penyebar video ke jalur hukum. “Saat ini belum ada rencana apa-apa. Kami tunggu dulu perkembangan teman-teman (KPU Jambi) setelah ini,” tambah Subhan.

Sebelumnya, beredar video acara gelar budaya yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jambi. Dalam cuplikan video, seseorang sedang menyampaikan seruan bahwa pada 2019 akan ganti presiden. Berdasarkan video tersebut, pengurus PDI Perjuangan melaporkan KPU Jambi atas dugaan pelanggaran etik penyelenggara Pemilu.


Republika 26 April 2018, Page 5

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s