Polda-Pemprov Bahas Tanah Abang

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya disebut-sebut akan bertemu dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membahas penutupan Jalan Jati Baru Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejak 22 Desember 2017, Pemprov DKI menutup satu ruas Jalan Jati Baru Raya untuk dialih-fungsikan sebagai stan sekitar 400 pedagang kaki lima (PKL). Keputusan itu sempat diprotes Kombes Halim Pagarra yang menjabat dirlantas Polda Metro Jaya.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf yang menggantikan Halim mengatakan, akan menggelar pertemuan dengan Pemprov DKI untuk membahas masalah itu. Pihaknya bersama Pemprov DKI akan saling memberikan kajian masing-masing terkait langkah ke depannya. Tapi, pihaknya masih mencari jadwal untuk bertemu membahas penutupan jalan itu. “Belum tahu (kapan agenda pertemuan),” ujar Yusuf saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/4).

Menurut Yusuf, salah satu dari enam rekomendasi yang dibuat Ditlantas Polda Metro Jaya adalah pembukaan kembali Jalan Jati Baru Raya. Dia mengungkapkan, kajian rekomendasi itu sudah diberikan kepada Pemprov DKI. Karena itu, pihaknya akan duduk bersama agar mashlah itu cepat selesai dan kedua institusi tidak terkesan saling berbeda pandangan.

“Sudah kita tindak lanjuti. Sudah tidak usah dibahas lagi. Pemprov ngajak rapat itu kan biar nggak ada miss-miss kayak kemarin lagi. Jangan diputar-putar,” ucap Yusuf.

Dia menerangkan, saat ini pun kepolisian juga mengkaji bersama tim independen untuk menindaklanjuti nasib Jalan Jati Baru Raya ke depannya. Pihaknya membuka opsi beberapa jenis kendaraan boleh melewati jalan itu dalam keadaan darurat. Karena itu, ia menyambut baik ajakan diskusi itu agar ditemukan solusi terbaik. “Jadi, kita nanti akan diajak diskusi sama mereka. Hasilnya, nanti akan jadi bahan kebijakan pemprov. Kita diminta masukan Tanah Abang dan penataan,” jelas Yusuf.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penataan kawasan Tanah Abang tahap kedua akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Pemprov DKI baru fokus pada pembangunan sky bridge dan revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang.

Kemudian, penataan Tanah Abang tahap dua juga akan berdampak bagi para PKL yang saat ini berjualan di Jalan Jati Baru Raya. Karena ruas jalan itu akan menjadi lokasi proyek sky bridge, menurut Sandiaga, mereka akan kembali direlokasi. Dia sudah menugaskan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya dan PD Pembangunan Sarana Jaya untuk menemukan lokasi yang tepat.

Sandiaga memastikan, selama proses transisi ini, para PKL di Jalan Jati Baru Raya akan mendapatkan lahan usaha. Pun dengan pejalan kaki akan diberi kemudahan akses agar tak terhalang pedagang ketika keluar dari Stasiun Tanah Abang.

Sebelumnya, Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menuturkan, pembangunan sky bridge Tanah Abang rencananya dimulai Agustus mendatang. Proyek yang akan menelan biaya Rp 50 miliar itu harus melalui tender terlebih dahulu. Adapun proses persiapan dokumen tender diperkirakan 45 hari. Panjang sky bridge diperkirakan mencapai 350 meter yang menghubungkan Stasiun Tanah Abang menuju Blok G Pasar Tanah Abang.


Koran Republika, 25 April 2018, Page 21 Urbana | Oleh SRI HANDAYANI

 

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s