PDIP Tetap Buka Pintu Berkoalisi dengan Demokrat

Demokrat menawarkan Agus Yudhoyono.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menutup pintu koalisi bagi Partai Demokrat untuk bergabung dan mengusung Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden dalam Pemilihan Umum 2019. “Ruang terus dibuka. Setajam apa pun perbedaan politik, dialog itu penting,” ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di kantornya kemarin.

Menurut Hasto, sampai saat ini partainya masih melakukan penjajakan koalisi dengan partai berlambang seperti logo Mercy ini. Salah satu poinnya, ujar dia, adalah kesadaran Demokrat untuk menyikapi berbagai masalah yang terjadi. Hasto pun meminta agar sikap Demokrat nantinya seperti Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan, yang memahami kepemimpinan Jokowi, memberikan arah yang tepat bagi Indonesia.

Ketiga partaiitu merupakan pengusung Jokowi untuk bertarung dalam Pemilu 2019. “Manuver politik sah-sah saja, tapi rakyat telah memberikan dukungan kuat kepada Pak Jokowi,” ujarnya. “Kami yakin pada akhirnya akan ada dua pasang calon presiden,” ujarnya. Selain Jokowi, calon presiden lain yang sudah menyatakan maju adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Perbedaan politik yang dimaksudkan Hasto ini menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam cuitan pribadi di akun media sosial Twitter maupun saat presiden keenam Indonesia itu melakukan safari politik di Banten. Dalam cuitan SBY pada pertengahan bulan ini, misalnya, iaberharap pemilu legislatif dan presiden 2019 berlangsung aman, tertib, jujur, dan adil. Begitu juga dengan penegak hukum ataupun intelijen, diharapkan tidak menjadi alat politik.

Selain itu, pada Ahad malam lalu ketika SBY berdialog dengan ulama serta santri di Cilegon, Banten, is juga meminta pemerintah menjelaskan polemik penerbitan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. “Tolong pemerintah jelaskan dengan gamblang berapa jumlah tenaga kerja asing itu,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga SBY menuturkan akan memasangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang mengerti keinginan masyarakat. “Insya Allah nanti ada pemimpin barn yang amanah, cerdas, dan memikirkan rakyat banyak,” ujar SBY seperti dalam keterangan resmi dari Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat.

Demokrat sebetulnya sudah pernah berkali-kali melontarkan sinyal untuk bergabung ke koalisi pemerintah dan mengusung Jokowi. Misalnya, dalam Rapat Pimpinan Nasional Demokrat pada awal Maret lalu SBY pernah menyebut sangat senang jika takdir Mahan membuat partainya berjuang bersama Jokowi. Ketika itu SBY melontarkan ucapannya dalam pidato di hadapan Jokowi.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat,Nurhayati Ali Assegaf, menuturkan sampai saat ini partainya masih melakukan penjajakan ke berbagai . partai untuk pemilu presiden 2019. “Dan belum ada keputusan,” ujarnya. Selain itu, ucap dia, Demokrat akan  tetap mengusung Komandan Komando Satuan Tlxgas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai pemimpin masa depan.


Koran Tempo, 25 April 2018 Page 9 Nasional | Oleh Hussien Abri Dongoran

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s