Penyidikan Kasus Tanah Sandiaga Tetap Jalan

Pelapor mengklaim telah berdamai dengan tersangka.

Kepolisian Daerah Metro Jaya belum menghentikan penyidikan kasus dugaan penggelapan tanah yang menyeret nama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Padahal pelapor kasus ini menyatakan telah terjadi perdamaian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, menuturkan bahwa penyidikan kasus yang semula menjerat rekan bisnis Sandiaga, Andreas Tjahjadi, itu masih berjalan. “Penyidikan kasus berjalan terpisah,” kata Argo, kemarin.

Polisi telah melimpahkan berkas perkara atas nama tersangka Andreas ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Melalui surat nomor 1643/0.1.4/ Epp.1/03/2018, tanggal 5 Maret 2018, Kejaksaan pun menyatakan berkas perkara Andreas telah lengkap.

Selanjutnya, Kejaksaan Tinggi meminta Polda Metro menyerahkan tersangka dan barang buktinya kepada jaksa penuntut umum untuk dilimpahkan ke pengadilan. “Proses pelimpahan itu domainnya Polda Metro,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi.

Argo belum memastikan waktu penyerahan tersangka Andreas dan barang buktinya kepada jaksa.

Ihwal berkas perkara yang menyeret Sandiaga sebagai saksi, Argo meminta waktu untuk mengecek perkembangannya kepada penyidik. “Nanti saga cek dulu,” katanya.

Kasus ini bermula pada 2012, ketika PT Japirex menjual satu hamparan lahan seluas 1 hektare di Jalan Curug Raya, Desa Kadu, Tangerang. Tanah itu dijual seharga Rp 12 miliar.

Kala itu, Sandiaga merupakan pemilik 40 persen saham PT Japirex. Adapum Andreas menjabat direktur utama dan Djoni Hidayat sebagai direktur perusahaan tersebut.

Belakangan, Djoni, yang mengklaim sebagai pemilik sebagian tanah tersebut, melaporkan Sandiaga dan Andreas ke polisi. Ketika melapor, Djoni memberi kuasa kepada Fransiska Kumalawati.

Menurut Fransiska, tanah itu dijual tanpa sepengetahuan Djoni. Tanda tangan Djoni dalam perjanjian jual-beli pun dipalsukan. Akibatnya, kata Fransiska, Djoni menderita kerugian sekitar Rp 3,4 miliar.

Dua hari lalu, Fransiska mengatakan telah mencabut laporan dia kepada polisi. Alasannya, Andreas dan Djoni sudah berdamai. Menurut dia, Andreas pun bersedia mengganti kerugian Djoni. “Betul sudah dibuat pernyataan perdamaian,” kata Fransiska. Dia menambahkan, akta perdamaian itu telah disampaikan kepada polisi sepekan lalu.

Polisi telah beberapa kali memeriksa Sandiga sebagai saksi. Dalam sejumlah kesempatan, Sandiaga menyatakan laporan Fransiska salah alamat.

Pasalnya, menurut dia, kasus sengketa tanah ini seharusnya masuk ranah perdata.

Meski begitu, Sandiaga berjanji akan bersikap kooperatif bila kepolisian masih memerlukan keterangan dia. “Tidak ada yang ditutup-tutupi dan terang-benderang,” ujar Sandiaga, beberapa waktu lalu.

Kemarin, Sandiaga menanggapi santai perkembangan perkara tanah Japirex ini. “Kami serahkan kepada yang berwenang,” kata dia di Balai Kota Jakarta.


Koran Tempo, 24 April 2018 Page 29 | Oleh Inge Klara Safitri

 

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s