Kepuasan terhadap Jokowi dalam Tren Naik

Tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo tents meningkat dalam satu tahun terakhir. Berdasarkan survey Litbang Kompas pada 21 Maret-1 April lalu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi mencapai 72,2 persen, naik dibanding survei pada Oktober 2017 (70,8 persen) dan April 2017 (63,1 persen).

“Kenaikan ini sudah terindikasi setahun belakangan. Kepuasan masyarakat terhadap (kinerja) Jokowi meningkat secara umum,” kata Manajer Penelitian Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas, kemarin.

Dia menuturkan, peningkatan kepuasan paling banyak disumbang oleh keberhasilan Jokowi di bidang politik dan keamanan. Sebanyak 75,9 persen responden setuju Jokowi berhasil menjaga keamanan dan kestabilan politik. Sebanyak 74,1 persen responden juga menganggap Jokowi mampu menciptakan perbaikan di bidang kesejahteraan sosial, seperti sekolah dan kesehatan.

Sebanyak 66 persen responden juga setuju Jokowi berhasil menciptakan keberhasilan di bidang hukum. Bidang yang paling kecil diapresiasi masyarakat adalah ekonomi. “Hanya 50,7 persen masyarakat yang menganggap Jokowi berhasil menyelesaikan masalah ekonomi,” kata Toto.

Menurut Toto, kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya mendorong kenaikan elektabilitas Jokowi. Survei yang sama menunjukkan tingkat keterpilihan Jokowi sebesar 55,9 persen. Angka itu meningkat dibanding enam bulan lalu yang sebesar 46,3 persen. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo Subianto menurun dari 18,2 persen menjadi 14,1 persen.

Dia mengimbuhkan, kenaikan elektabilitas Jokowi juga disebabkan oleh belum jelasnya rencana kandidat lain untuk maju dalam pemilihan presiden. Dia memberi catatan, survei ini dilakukan sebelum Partai Gerindra resmi mengusung Prabowo sebagai talon presiden pada 11 April lalu.

Survei Litbang Kompas

dilakukan pada 21 Maret hingga 1 April 2018 di 32 provinsi. Survei ini melibatkan 1.200 responden berusia di atas 17 tahun yang dipilih secara acak dengan metode tatap muka. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,8 persen.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai temuan tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Dia beralasan, pertanyaan di dalam survei sangat menentukan jawaban responden. “Perlu dilihat kembali pertanyaan yang diajukan, metodologi dan representasinya. Sebab, pertanyaan akan membawa pada jawaban masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, pemilu presiden, kata Fadli,masih satu tahun lagi. Setelah waktu pendaftaran, Baru akan dimulai kompetisi yang sebenarnya. Gerindra yakin Prabowo akan memenangi pemilu. “Kita lihat banyak janji pemerintah sekarang yang tidak terealisasi. Keadaan ekonomi juga jauh dari yang dijanjikan,” ucap dia.

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s