DKI Merespons Laporan Pemeriksaan Ombudsman

Pelapak segera dipindah, tapi Jalan Jatibaru tetap akan ditutup untuk pembangunan skybridge.

Pemerintah DKI Jakarta telah merespons laporan akhir hasil pemeriksaan Ombudsman atas kebijakan menutup Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemprov DKI melakukannya sehari sebelum tenggat akhir melakukan tindakan korektif yang diminta Ombudsman atas kebijakan tersebut.

“Sore tadi (kemarin) sudah saya paraf dan akan dikirim Sekretaris Daerah ke Ombudsman,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di kantornya, kemarin.

Sandiaga menyatakan isi surat itu menjawab sejumlah kritik Ombudsman mengenai penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Pemerintah DKI dipastikannya akan menuruti semua permintaan Ombudsman, di antaranya membuka kembali Jalan Jatibaru, menertibkan trotoar, dan menata para pelapak.

Sebelumnya, dalamlaporan yang diserahkan ke DKI pada 25 Maret lalu, Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya menganggap terjadi maladministrasi dalam penutupan Jalan Jatibaru. Kebijakan pemerintah DKI Jakarta dianggap mengabaikan kewajiban hukum, penyimpangan prosedur, dan tidak kompeten.

Ombudsman meminta pemerintah DKI menyampaikan progres atas tindakan korektif yang akan dilakukan selambat-lambatnya pada 25 April atau sebulan setelah laporan pemeriksaan diberikan. Ombudsman meminta pemerintah membuat rancangan induk kawasan Tanah Abang dengan melibatkan partisipasi publik.

Sandiaga mengaku belum bisa memberi laporan perihal rancangan induk. Laporan yang is kirim berupa perencanaan penataan Pasar Tanah Abang tahap kedua. Isinya berupa revitalisasi Blok G dan pembangunan sky bridge. Dalam tahap kedua itulah, Sandiaga menerangkan bahwa para pelapak di Jalan Jatibaru akan direlokasi ke tempat lain.

Dia juga menambahkan, “Selagi dibangun skybridge, jalan (Jatibaru) tidak bisa dioperasikan karena berada tepat di bawahnya.”

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah membenarkan bahwa surat jawaban untuk Ombudsman sudah siap. Dia telah memarafnya dan segera setelah menerima kembali dari Sandiaga, surat akan dikirim ke Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya. “Nanti beliau teken, (lalu nanti) saya antar,” tutur Saefullah kemarin.

Pelaksana tugas Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Dominikus Dalu, mengatakan surat belum sampai kemarin. Sehari sebelumnya dia mengingatkan bahwa permintaan Ombudsman bukan ihwal perbaikan sosialisasi kebijakan. Dia juga memperingatkan bahwa laporan akhir hasil pemeriksaan bisa saja ditingkatkan statusnya menjadi rekomendasi. “Nah, sekarang kami juga sedang menunggu jawaban dari DKI,” kata dia kemarin.

Di tempat terpisah, Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusuf, menawarkan konsep perbaikan penataan Tanah Abang kepada DKI. Direktorat ini lebih dulu daripada Ombudsman meminta DKI mengembalikan fungsi Jalan Jatibaru. Penutupan jalan itu disebut melanggar undangundang, selain berdampak kemacetan lalu lintas di ruas jalan lain. “Bagus juga kalau nanti (Pemprov DKI) mengundang saya,” ucap Yusuf.

Koran Tempo 24 April 2018, P28 | Oleh Avit Hidayat

 

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s