RI Tegaskan Kembali Sikapnya soal Douma

Tiga duta besar negara yang menyerang Suriah pada Sabtu lalu, yakni Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, mengajak Indonesia menekan Suriah. Indonesia bergeming.

Tiga duta besar untuk Indonesia, yakni Joseph Donovan (Amerika Serikat), Moazzam Malik (Inggris), dan Jean-Charles Berthonnet (Perancis), menemui Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Seperti disampaikan kepada wartawan seusai pertemuan tertutup itu, mereka mengajak Indonesia untuk bergabung dengan AS, Inggris, dan Perancis menekan Pemerintah Suriah terkait dugaan penggunaan senjata kimia.

Seusai pertemuan, Retno tidak memberikan keterangan pers. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan, Menlu Retno menegaskan kembali pernyataan yang disampaikannya pada pekan lalu terkait situasi di Suriah.

Dalam keterangan tertulis soal situasi di Suriah, Sabtu lalu, Retno menyampaikan enam butir pernyataan sikap Pemerintah Indonesia. “Indonesia menyampaikan kecaman keras penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pihak mana pun,” demikian salah satu butir pernyataan tersebut.

Selain itu, Indonesia mengimbau semua pihak menahan diri dan mencegah, eskalasi memburuknya situasi di Suriah. Indonesia juga meminta semua pihak untuk menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keamanan dan perdamaian internasional.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai,” lanjut pernyataan itu. Keselamatan warga sipil di Suriah, terutama wanita dan anak-anak, harus diprioritaskan. Setelah menemui Retno, ketiga dubes menyampaikan keterangan kepada wartawan di luar gedung. Dubes Inggris Moazzam Malik mengatakan, Indonesia diajak mendesak semua pihak menjalankan konvensi pelarangan senjata kimia. Ajakan itu relevan karena Indonesia akan menjadi anggota Dewan Eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).

Diajak tekan Suriah

“Kami juga ingin Indonesia menekan Suriah dan Rusia memberi akses penuh pada penyelidikan di Douma,” ujarnya.

Bersama Perancis, Inggris bolak-balik menuding Suriah dan Rusia, yang menyokong Pemerintah Suriah, menghalangi tim penyelidik masuk ke Douma. Inggris, Perancis, dan AS yakin, dua pekan lalu ada serangan senjata kimia di Douma Zat yang digunakan adalah sarin dan klorin. Rusia dan Suriah juga disebut berusaha menghilangkan bukti penggunaan senjata kimia.

Di Moskwa, Wakil Menlu Rusia Mikhail Bogdanov menegaskan, justru pasukan oposisi yang menghalangi penyelidikan di Douma. Tidak dijelaskan lebih lanjut dasar tudingan itu.

Hingga Kamis, tim OPCW kembali gagal memeriksa Douma Mereka tiba di Suriah, Sabtu, beberapa jam setelah AS, Inggris, dan Perancis menembakkan 105 peluru kendali ke Suriah.

Dubes AS Joseph Donovan menyebutkan ada bukti penggunaan senjata kimia di Douma, dua pekan lalu, berupa rekaman video, foto, dan rekam medis. Tak dijelaskan apakah bukti-bukti itu sudah terveriflkasi atau belum.

Dubes Perancis Jean-Charles Barthonnet menegaskan, PBB berulang kali gagal menjatuhkan sanksi atas penggunaan senjata kimia oleh Suriah. Sebab, Rusia berulang kali memveto usulan sanksi kepada Suriah. “Tidak ada jalan lain bagi kami untuk bertindak dan menargetkan kepada pemerintahan Assad yang sudah melanggar garis Batas dengan menggunakan senjata kimia terhadap warganya sendiri. Tindakan ini tidak dapat diterima,” ujarnya.


Kompas 20 April 2018, P10 Internasional | Oleh REUTERS/RAZ

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s