Prabowo Tetap Lawan Terkuat bagi Jokowi

Survei terbaru Cyrus Network menghasilkan tingkat elektabilitas Jokowi yang mencapai 58,5% dan Prabowo 21,8%. Calon lainnya tidak ada yang lebih dari 3%.

Nama Presiden Joko Widodo masih mendominasi berbagai survei sebagai calon presiden terkuat di Pilpres 2019. Calon penantang paling berat pun tetap sama, yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dalam survei terbaru, Cyrus Net work pun menempatkan na ma mantan Wali Kota Solo itu sebagai capres terkuat, baik dalam top of mind maupun di tingkat simulasi presiden. Dalam pertanyaan terbuka, elektabilitas Jokowi sebesar 58,5% suara dan Prabowo 21,8% suara. Untuk nama-nama lain tidak ada yang mendapat suara lebih dari 3%.

“Prabowo ialah kompetitor (Jokowi) terkuat saat ini, tidak ada yang lain, sisanya kecil-kecil (perolehan suara dalam survei),” ucap Managing Director Cyrus Net work, Eko Dafid Afianto, dalam pemaparan hasil survei na sional terkait dengan peta persepsi pub lik jelang Pemilihan Legisla tif dan Pilpres 2019 di Jakarta, kemarin.

Jajak pendapat tersebut dilakukan pada 17 Maret hingga 3 April lalu dengan melibatkan 1.230 responden dari 123 desa dan kelurahan di 34 provinsi di Indonesia. Dalam survei menggunakan simulasi nama capres yang sudah ditentukan, Jokowi juga masih unggul ketimbang Prabowo, baik dalam simulasi yang menyediakan 22 nama, 15 nama, maupun 5 nama.

Jokowi  unggul dalam simulasi head to head yang mengikutsertakan nama Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, Jusuf Kalla, ataupun Prabowo. Ketika diadu dengan Prabowo, Jokowi memperoleh 64% suara responden, sedangkan jika diadu dengan nama lain, ia unggul lebih dari 70%.

Berpijak dari hasil survei itu, Eko mengatakan kontestasi pilpres mendatang hanya akan di ikuti Jokowi dan Prabowo. “Untuk saat ini realitas di lapangan seperti itu, tidak tahu juga kalau ada keputusan politik di tingkat elite karena mereka yang akan menentukan siapa capres dan cawapres di 2019,” terang dia.

Dia menilai kesiapan ataupun safari politik yang dilakukan Gatot untuk maju ke gelanggang Pilpres 2019 belum bisa menggeser pilihan konstituen oposisi terhadap Prabowo. Begitu juga dengan kemunculan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal Anies disebut-sebut sebagai darah baru pembawa angin segar di bursa capres yang mampu memecah dominasi Jokowi dan Prabowo.

“Kalau situasinya tidak berubah dalam empat bulan ke de pan, kita akan disuguhkan de ngan kontestasi politik yang sama seperti 2014 lalu dan sudah terbaca isunya seperti apa nantinya,” tukas CEO Cyrus Network Hasan Hasbi Batupahat.

Prediksi Mahfud

Pada kesempatan itu Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku tidak rela jika nama Anies menggantikan sembilan nama yang disodorkan PKS sebagai cawapres Prabowo. “Bagi kami wakilnya ha rus dari PKS,”  tegasnya.

Mardani menegaskan sebaiknya Prabowo segera mendeklara sikan diri sebagai capres agar koalisi Gerindra dan PKS dapat me nyusun strategi untuk mening katkan elektabilitas.

Di sisi lain, mantan Ketua Mah kamah Konstitusi Mahfud MD memprediksi bahwa Gatot Nurmantyo yang bakal menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019, bukan Prabowo.

“Prediksi saya hanya ada dua poros, poros Jokowi dan Gatot Nurmantyo. Gatot lebih siap karena memiliki massa yang besar, khususnya dari eks simpatisan 212. Prabowo sepertinya tidak karena sampai hari ini belum mendeklarasikan secara resmi,” terang mantan ketua tim sukses Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 itu.


Media Indonesia 20 April 2018, P2 | Oleh RICHALDO Y HARIANDJA

 

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s