Sandiaga: Perlu Sepaham dalam Menata Tanah Abang

Pedagang meminta relokasi ditunda setelah Ramadan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan banyak kendala menghadang rencana penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Termasuk yang berasal dari lingkup internal pemerintah DKI. “Bahwa kami perlu ada kesepahaman,” kata dia.

Kesepahaman itu pula yang sedang ditunggu untuk menggulirkan penataan tahap kedua sebagai program jangka menengah. Menurut Sandiaga, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan masih merampungkan skema program itu dengan mengakomodasi segala rekomendasi sebelum membuat sosialisasi ke masyarakat.

Adapun evaluasi diakui terus dilakukan atas laporan kemacetan di kawasan Tanah Abang dari pekan ke pekan. Termasuk kemacetan yang masih terjadi akibat penataan tahap pertama. Penataan jangka pendek itu dilakukan dengan cara menutup Jalan Jatibaru Raya dan mengubah fungsi sebagian jalan untuk para pelapak.

Belum selesai masalah di Jatibaru —belakangan juga diperparah oleh praktik sewa tenda —pemerintah DKI kini juga sedang berusaha menata luberan pedagang Pasar Tasik. Para pedagang Senin-Kamis itu terusir dari lokasi lama di Kebon Jati karena konflik pengelola dengan pemilik lahan, PT KAI. Pedagang sementara waktu direlokasi ke belakang pasar di Cideng Timur.

“Kami akan meminta pengelola lahan di Pasar Tasik untuk menyiapkan lahan yang lebih luas untuk parkir, sehingga tidak berhenti di bahu jalan maupun trotoar, yang mengakibatkan kemacetan,” kata Sandiaga.

Sementara itu, relokasi terhadap 1.108 pedagang dari Blok G juga belum berjalan. Sosialisasi ulang harus dilakukan untuk pilihan relokasi ke lahan parkir di Blok F. Ada setidaknya dua lokasi awal yang kemudian batal. “Yang sekarang bisa menampung hampir semua pedagang,” kata Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, ia telah mengusulkan kepada Gubernur Anies Baswedan untuk rencana pembangunan skybridge atau jembatan pejalan kaki dari stasiun kereta ke beberapa blok pasar. Upaya ini dianggap dapat mengurangi kemacetan di sana. Tapi ini pun menunggu persetujuan PT KAI.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan, Irwandi, mengungkap potensi membeludaknya pengunjung dan pedagang menjelang Ramadan saat sejumlah masalah itu belum teratasi. “Kami sedang cari solusinya apa yang terbaik,”kata dia.

Khusus tentang relokasi pedagang dari Blok G, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan adanya penundaan. Dia menyatakan telah menjalin kesepakatan dengan para pedagang untuk waktu dan lokasi. “Sudah ada kata sepakat, cuma Jumat mau pastikan (lagi),”tutur dia.

Ketua Koperasi Pedagang Blok G, Masnar Taher, mengatakan rencana pindah ke lahan parkir Blok F ditunda menjadi tiga bulan mendatang. Penundaanmengikuti permintaan pedagang agar tetap dibiarkan berjualan di lokasi sekarang saat Ramadan. “Tapi yang kami keluhkan saat ini adalah kemacetan yang pasti kian parah,” kata dia.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menilai kebijakan penataan Pasar Tanah Abang saat ini bersifat parsial. Dia mengkritik kebijakan penempatan pedagang kaki lima di Jalan Jatibaru. “Kalau PKL ditaruh di jalan, kan tidak tertib, otomatis menimbulkan pungli,” kata dia, menunjuk praktik sewa tenda gratis dari pemda.


Koran Tempo 19 April 2018, P27 Metro | Oleh Avit Hidayat  | Email: avithidayat@tempo.co.id

 

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s