PAN Peringatkan Pelapor Amien

Partai Amanat Nasional (PAN) memperingatkan pihak yang mengkriminalisasi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais terkait pernyataannya yang menimbulkan polemik pada Ahad (15/4) lalu untuk lebih berhati-hati.

“Sebaiknya hati-hati kalau mau mencoba mencoba mengkriminalisasi. Jangan-jangan berbalik sendiri kepada pelapor itu,” ujar Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta; Selasa (17/4).

Menurut Hanafi, jika melihat dari delik pelaporannya, masih jauh dan yang disangkakan. Pasalnya, Amien tidak menyebut langsung parpol yang terbagi dalam dua golongan itu. Selain itu, dalam pernyataannya tersebut juga tidak ditemui adanya ujaran kebencian.

Hanafi yang merupakan putra Amien Rais berniat melaporkan kembali pelapor Amien. PAN tidak melihat untung rugi dalam soal ini. Namun, selama apa yang disampaikan itu benar dan tidak melanggar hukum, hal tersebut tetap akan ditegakkan dan dipegang. “Jadi, kita lihat aja beberapa hari ke depan seperti apa,” ujarnya.

Meski demikian, Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto mengingatkan siapa pun bisa dilaporkan atau melaporkan ke polisi asal berdasarkan aturan. Pada dasarnya semua orang memiliki kedudukan sama di muka hukum.

“Hanya untuk memprosesnya polisi harus berdasarkan aturan yang ada di KUHAP dan peraturan kapolri, yaitu terkait dengan ada tidaknya fakta-fakta hukum sesuai laporan,” kata Bekto, Selasa, sembari berharap segala prosesnya dilakukan secara profesional. “Saya berharap polisi bertindak profesional dalam memproses laporan tersebut,” ujar dia.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi,Prayitno, mengakui, di tengah kehidupan politik Indonesia yang dinamis, wajar jika ucapan Amien memicu polemik. Karena itu, Adie menganjurkan Amien segera memberi penjelasan dasar utama ucapannya itu. “Mestinya dari awal beliau jelaskan tentang terminologi Islam terlebih dahulu,” ujar direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut, Selasa.

Menurut Adi, mungkin saja niatan Amien bail:, }alcni untuk memberi penjelasan terminologi Islam lama. Hanya, karena cara berkomunikasi yang tidak tepat, dia tentu harus menerima risikonya.

Praktisi hukum pidana Kapitra Ampera mengungkapkan pernyataan Amien dapat dianggap sebagai unikapan satigailenistk_ seperti ini sulifuntrik-diaitna didEaffiliya tidak menyebut objek secara langsung. “Karena itu, kalau itu pidana, saya belum temukan. Karena dia tidak menyebut objek langsung, Bahasa satire. Satire ini kan sulit diadili,” kata dia, Selasa.

Kapitra juga menilai pernyataan Amien sulit dipidana karena diucapkan secara general. Kecuali bila menyebut partai tertentu sebagai partai setan.

Sementara, mantan komisioner Komisi Kejaksaan Kaspudin Nor menuturkan, pernyataan Amien tergolong sebagai ungkapan yang bersifat retorika. Pernyataan tersebut disampaikan agar orang-orang itu sadar dan bersikap kritis memilih pemimpin yang diajukan partai politik. “Jadi, mestinya partai-partai tidak perlu membuat reaksi,.introspeksi demi suasana yang kondusif,” katanya.


Republika 18 April 2018 P2, Nasional | Oleh FEBRIANTO ADI SAPUTRO, INAS WIDYANURATIKAH

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s