Gubernur Anies Ancam Cabut Izin 76 Gedung

Koran Temp, 12 April 2018 P28Hanya satu dari 77 gedung yang diperiksa mematuhi aturan sumur

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam akan mencabut izin operasional 76 gedung yang ditemukan melanggaraturan mengenai sumur resapan. Sebanyak 76 gedung itu berasal dari 77 gedung Slang diperiksa acak dari sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.

“Konsekuensi terburuk apabila tidak dilakukan koreksi maka SLF (sertifikat laik fungsi) dicabut, juga dengan izin operasional pada semua yang berada di gedung itu,” ujar Anies di Balai Kota, kemarin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerjunkan tim audit mengecek kepatuhan gedung-gedung di Jakarta pada 12-21 Maret lalu. Dari 77 gedung yang diperiksa, 76 di antaranya ditemukan tak menjalankan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sumur Resapan. Aturan itu mewajibkan gedung-gedung memiliki sumur yang berfungsi menyerap air hujan.

Dari 76 gedung yang melanggar, 37 di antaranya belum memiliki sumur resapan atau sumur resapan tidak berfungsi. Sedangkan 39 lainnya dianggap belum memenuhi kapasitas sumur resapan yang disyaratkan dalam pergub. “Hanya satu gedung yang seluruh fasilitasnya sesuai pergub, yaitu Hotel Pullman,” ujar Aries mengumumkan.

Adapun di antara mereka yang melanggar terdapat gedung milik swasta dan pemerintah. Di antaranya gedung Kementerian Energi dah Sumber Daya Mineral, Intiland Tower, Hotel Sahid, Menara, BNI 46, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, serta Bank Indonesia.

Sebetulnya ada 80 gedung yang dicek oleh tim audit bentukan gubernur. Namun, tiga gedung tak bisa disurvei, yaitu Sudirman Hill, Wisma Sudirman, dan Kedutaan Besar Jerman. Gedung pertama disebutnya masih dalam proses penyelesaian pembangunan, dan gedung kedua sudah dihancurkan. Sedangkan pemeriksaan Kedutaan Jerman memerlukan proses perizinan Kementerian Luar Negeri.

Terhadap mereka yang sudah ditemukan melanggar, Anies menuturkan, pencabutan izin operasi akan didahului surat kepada pemilik gedung. Dia memberi waktu satu bulan kepada mereka untuk memperbaiki fasilitas sesuai aturan. Jika dalam waktu sebulan Para pemilik gedung belum memperbaiki fasilitas, Anies menyatakan tak segan mencabut izin operasional dan sertifikat laik fungsi.

Anies menerangkan, pemeriksaan yang berlanjut sanksi tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Terpachi Penyediaan Sumur Resapan serta Instalasi Pemanfaatan Air Limbah dan Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan.

Menurut Anies, DKI tak akan berhenti memeriksa gedung di kawasan Sudirman-Thamrin saja.

Tim, kata dia, juga akan mengecek gedung di area industri di Jakarta Barat dan Timur. “Kemudian di fase ketiga, kami akan lakukan pada perumahan warga,” ujarnya.

Menanggapi ancaman tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, mengatakan Intiland Tower sebelumnya memiliki sumur resapan. “Namun sekarang sedang tertutup oleh pekerjaan MRT,” kata dia.

President Director Hotel Sahid, Hariyadi Sukamdani, mengatakan tak tahu bahwa gedungnya tak memiliki sumur resapan. “Saya mesti cek ke engineer saya,” ujarnya.


Koran Tempo 12 April 2018, P28 ‘Metro’ | Oleh Devy Ernis | Email: devy.ernis@tempo.co.id

Advertisements

Leave a Reply | Print Satu Media

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s